Motivation Letter
Aku dan Takdirku
Aku bukanlah
anak yang luar biasa, yang memiliki bakat yang menonjol yang orang lain tidak
punya. Aku juga bukanlah anak orang kaya yang punya segalanya. Aku hanayalah
orang biasa-biasa saja, tetapi aku terlahir di dalam keluarga yang alhamdulillah
berkecukupan dan memiliki keluarga yang cukup harmonis. Meskipun aku tidak lagi
punya ayah dan kadang kali iri pada orang lain yang bisa melakukan segala hal
dengan ayahnya, tetapi aku sangat-sanget bersyukur memiliki ibu yang penyayang,
hampir tidak pernah marah, dan ibuku bukan orang yang keras pada ku.
Aku bersyukur
memiliki kesempatan untuk hidup untuk menjadi diriku yang sekarang, bersyukur
memiliki Allah yang selalu ada untuk hambanya. Aku termasuk orang yang sangat
percaya takdir Tuhan, tetapi bukan
berarti aku tidak mau untuk berusaha. Justru dengan berusaha itulah yang akan
mengantarkan aku pada takdirku yang baik. Percaya takdir menurutku adalah
disaat kita dapat menerima, mensyukuri dan menyayangi apa yang kita miliki dan
menjalani segala hal yang ada. Aku sangat percaya bahwa Allah akan memberikan
segala hal yang terbaik untuk hambanya.
Manusia
memang tidak bisa memilih untuk menjadi siapa dalam hidupnya, tetapi manusia
bisa berusaha untuk menjadi apa yang diinginkannya selama itu tidak
bertentangan dengan aturan yang ada. Untuk itu aku bersyukur lahir menjadi diriku, menjadi bagian
dari keluargaku, memiliki ibu, mas, mbak, dan keluarga yang baik. Meskipun
jalan yang kitta tempuh memang tidak selalu mulus, tetapi inilah yang namanya
hidup penuh dengan perjuangan. Dengan perjuangan dan usaha tersebut kita bisa
memiliki pengalaman yang mungkin ketika kita mengingatnya kemballi di masa
depan nanti kita hanya bisa tersenyum dan menangis mengetahui bahwa kita pernah
berjuang, pernah berada di titik paling dalam sekalipun, dan menyadari ternyata
kita itu orang-orang yang kuat, kita dapat bertahan dan menjalani hal tersebut.
Menurutku itu adalah hal yang istimewa karena tidak semua orang dapat merasakan
apa yang kita rasakan.
Aku ingin
berbagi cerita tentang ayahku, kadang tidak memiliki ayah itu membuatku sedih,
hampir setiap kali aku mengingat ayah aku selalu menangis. Kadang aku berpikir
apa yang akann terjadi jika searang aku masih punya ayah? Apakah hidupku masih
akan tetap sama, dan aku sadar menurutku hidupkku tidak akan sama seperti
sekarang jika kau punya ayah, tapi aku tidak tahu apakah hidupku akan bahagia
atau bahkan akan lebih sedih. Jadi untuk saat ini yang bisa kau lakukan hanya
berusaha untuk tegar, kuat, dan menerima semua keadaan karena inilah takdirkku.
Pasti ada hikmah yang Allah berikan
dibalik semua ini. Dulu, aku sangat dimanja oleh ayah, jadi aku kadang iri jika
melihat orang lain bisa sedekat itu dengan ayah mereka. Tapi aku menyadari bahwa
semua orang memiliki cerita hidupnya maisng-masing. Mereka pasti juga memilki
luka yang aku tidak akan pernah tahu rasanya. Kesedihan manusia itu
berbeda-beda, menurutku setiap orang tidak akan mengerti apa yang orang lain
rasakan. Kadang kata “semangat” itu tidak berguna untuk sebagian orang, yang
bisa kita lakukan hanya sabar, tabah, dan ikhlas menjalani semuanya.
Menerima
segala hal dalam hidupmu bukan berarti kamu menjadi orang yang lemah, tetapi menurutku
itulah bentuk mencintai diri dan jalan hidupmu seperti pada quote “amor fati”
yang maknanya adalah “cintailah takdirmu karena itu bagian dari hidupmu”. Bentuk
cinta pada diri sendiri memang berbeda-beda setiap orang, bentuk mencintai
diriku adalah dengan selalu menerima setiap apa-apa yang di berikan Allah
padaku dan selalu berdoa pada Allah karena pertolongan Allah itu nyata, intinya
itu usaha, percaya kalau kita bisa dan tentunya selalu berdoa.
Komentar
Posting Komentar